Saya membuka wirausaha.com
pentingnya proposal bisnis
Isi proposal bisnis disesuaikan dengan tujuan pembuatannya. Namun setidaknya ada beberapa hal yang tidak boleh terlupakan dalam membuat proposal. Diantaranya judul proposal, ringkasan proposal usaha, analisis pasar, aspek produksi, rencana pemasaran, dan rencana keuangan. Selain itu pada bagian khusus, bisa dijadikan bab lampiran, dimuat juga struktur organisasi atau manajemen, surat ijin usaha jika ada, dan gambar-gambar foto pendukung.
contoh proposal bisnis
BABY ZONE
The shopping place for smart mam and baby
SERVICE/PRODUCT
Fashion
maternity
baby care
baby equipment
educational toys
gift
PANGSA PASAR
memenuhi kebutuhan keluarga dengan istri hamil, atau mempunyai anak umur s/d 8 tahun akan perlengkapan harian seperti pakaian, alat makan & minimum, perlengkapan melahirkan dan menyusui, perlengkapan pergi, asessories, sampai dengan kado bagi yang melahirkan dan ulang tahun.
Lokasi toko disekitar lingkungan pemukiman melayani lingkup wilayah pemukiman tsb, dengan konsep retail sama seperti indomaret & alfamart namun dengan content yang berbeda yaitu fokus pada all about baby & children. core bisnis adalah penjualan retail ditambah dengan service lain yang sesuai dengan linkungannya seperti : disain & built baby & children room, memorabilia, loundry, dll
Jumat, 24 Oktober 2008
Selasa, 16 September 2008
BISNIS LELE (draft)
Kemarin hari senin, saya ikut wahyu mendengarkan bpk. wijaya yang diundang mas Fatah mempresentasikan dan memberi penjelasan mengenai bisnis lele.
bpk. wijaya menjelaskan dengan gamblang mengenai keuntungan yang akan diperoleh jika menjadi investor dalam bisnis itu.
diberi gambaran
hari ini aku dapat info dari Mas fatah sebaiknya jangan dulu,karena harga pangan lele sedang mahal,takutnya bukan untung malah nombok.
bpk. wijaya menjelaskan dengan gamblang mengenai keuntungan yang akan diperoleh jika menjadi investor dalam bisnis itu.
diberi gambaran
hari ini aku dapat info dari Mas fatah sebaiknya jangan dulu,karena harga pangan lele sedang mahal,takutnya bukan untung malah nombok.
Senin, 15 September 2008
FRANCHISE SYSTEM (draft)
Kemarin saya membaca majalah franchise indonesai,yang menurut saya merupakan majalah yang wajib dibaca untuk setiap entrepreneur baru- didalamnya terdapat banyak artikel mengenai bisnis franchise dan seluk beluknya. Dalam beberapa halamannya saya membaca iklan mengenai cara untuk gabung dalam franchise. melalui iklan saya memperoleh ilmu mengenai komposisi franchise suatu bisnis itu apa saja. Kebetulan saya membaca 3 buah iklan franchise yaitu
1.Rudi Hadisuwarno salon
2.
3.
saya melihat bahwa dalam bisnis itu potensial income yang diperoleh bagi franchisor adalah dari
1. franchise fee
2. royalti
3. penjualan/distribusi bahan baku
Frachise fee adalah fee yang dibayar oleh franchisee agar dapat menggunakan brand dari franchise itu, biasanya dalam bentuk sekali bayar untuk waktu tertentu misalnya 5 tahun. Semakin bagus brand semakin mahal franchise feenya. Ini kaitannya dengan penggunaan brand dan sistem.misalnya 25jt untuk 5 tahun.
Royalti adalah prosentase bagi hasil, biasanya dalam bentuk revenue share, yaitu prosentase bagi hasil atas omset yang diperoleh selama 1 bulan,misalnya 10% dari omset bulanan. jika omset bulanannya 30jt,maka royalti yang dibayarkan adalah 3 jt. royalti ini dibayar untuk membiayai sistem, recruitment, training, promo, dll yang sifatnya operasional, tujuannya dengan semakin tingginya omset yang dapat dicapai karena sistem maka diharapkan royaltinya juga akan dapat tinggi.
Penjualan bahan baku, penjualan bahan baku juga dapat mendatangkan income tersendiri bagi franchisee,namun tidaklah besar, karena bahan baku diperlukanuntuk mensupport jalannya bisnis.
itu semua belum termasuk modal
sewa ruko, interior toko & equipment, billboard & external toko, ijin, dll
studi kasus jika babyzone difranchisekan
1. Franchise fee Rp. 25jt/5tahun = 5jt/th
2. royalti fee Rp. 60jtx 10% = Rp. 6jt/bulan x 12 bulan = 72jt/tahn
3. bahan baku 5% x 40jt = 2 jt x 12 bulan = 24jt
sehingga total income yang akan diperoleh franchisee adalah = 101jt/tahun/outlet
untuk mecapai income itu, maka yang harus disiapkan oleh sebuah franchise adalah
saat ini yang sudah ada dan belum ada di babyzone, dan apa yang perlu diperbaiki/disiapkan
schedule/time plan & action plan
1.Rudi Hadisuwarno salon
2.
3.
saya melihat bahwa dalam bisnis itu potensial income yang diperoleh bagi franchisor adalah dari
1. franchise fee
2. royalti
3. penjualan/distribusi bahan baku
Frachise fee adalah fee yang dibayar oleh franchisee agar dapat menggunakan brand dari franchise itu, biasanya dalam bentuk sekali bayar untuk waktu tertentu misalnya 5 tahun. Semakin bagus brand semakin mahal franchise feenya. Ini kaitannya dengan penggunaan brand dan sistem.misalnya 25jt untuk 5 tahun.
Royalti adalah prosentase bagi hasil, biasanya dalam bentuk revenue share, yaitu prosentase bagi hasil atas omset yang diperoleh selama 1 bulan,misalnya 10% dari omset bulanan. jika omset bulanannya 30jt,maka royalti yang dibayarkan adalah 3 jt. royalti ini dibayar untuk membiayai sistem, recruitment, training, promo, dll yang sifatnya operasional, tujuannya dengan semakin tingginya omset yang dapat dicapai karena sistem maka diharapkan royaltinya juga akan dapat tinggi.
Penjualan bahan baku, penjualan bahan baku juga dapat mendatangkan income tersendiri bagi franchisee,namun tidaklah besar, karena bahan baku diperlukanuntuk mensupport jalannya bisnis.
itu semua belum termasuk modal
sewa ruko, interior toko & equipment, billboard & external toko, ijin, dll
studi kasus jika babyzone difranchisekan
1. Franchise fee Rp. 25jt/5tahun = 5jt/th
2. royalti fee Rp. 60jtx 10% = Rp. 6jt/bulan x 12 bulan = 72jt/tahn
3. bahan baku 5% x 40jt = 2 jt x 12 bulan = 24jt
sehingga total income yang akan diperoleh franchisee adalah = 101jt/tahun/outlet
untuk mecapai income itu, maka yang harus disiapkan oleh sebuah franchise adalah
saat ini yang sudah ada dan belum ada di babyzone, dan apa yang perlu diperbaiki/disiapkan
schedule/time plan & action plan
FOCUS ON ACTION NOT TARGET (draft)
Bulan ini target 1 jt/hari, sedangkan realisasi target saat ini masih belum stabil dan masih fluktuat, yaitu berkisar 300ribu s/d 700ribu/hari
Tantangan bagi saya adalah "bagaimana meningkatkan omset agar tercapai omset sesuai dengan target tsb diatas?"
Fokus pada action/usaha kita untuk meningkatkan prospek ke BZ. Jangan fokus pada pencapaian penjualan atas target. karena nanti akan stress apabila omset hari itu tidak sesuai dengan target. jika fokus pada action, action apa saja dan apalagi yang sudah dan akan kita lakukan untuk meningkatkan omset, peningkatan omset merupakan hasil atas usaha itu
Untuk meningkatkan omset dan profit perlu mengimplementasi teori Action coach sebagai berikut
yang sudah dilakukan
yang belum dilakukan (evaluasi)
yang akan dilakukan
saya perlu benahi dengan menyusun ulang strategy bagaimana meningkatakan omset dan profit margin dengan meningkatkan prospek,
1. tampilan interior toko yang menarik, menyusun ulang, melengkapi kolesi barang, memberi asesories berkaitan dengan tips bayi
2. penerangan yang baik, dengan menambah jumlah lampu
3. info yang jelas, dengan membuat bill board
4. Hadiah langsung bagi pembelian dengan jumlah 50ribu dengan budget 5% dari nilai pembelian (Rp.2500)untuk meningkatkan frekuensi pembelian harian dan gift langsung berupa pembatas buku dengan tips-tips mengenai bayi dan anak, bagi setiap pembeli
setelah itu
training ulang karyawan atas service, knowledge dan selling skill
Input dan oportunity terhadap toko Babyzone
1. Penerangan luar kurang, kalau malam banner toko tidak terlihat
2. Penerangan toko kurang, sehingga dari luar terlihat kalah terang sama toko sebelah
3. Ada Alfamart dan Indomaret yang bling, sebagai oportunity untuk menarik pengunjungnya untuk juga mampir di Babyzone. Jika toko terlihat terang maka orang akan senang untuk mampir.
4. Barang yang dijual apabila ada yang sama tidak boleh lebih mahal dari pada Alfamaret & Indomaret
Untuk mengantisipasi hal itu maka minggu kemarin saya lakukan
1. Menyebar brosure (sekitar 800 lbr) ke cluster-cluster dilingkungan sekitar BABY ZONE
2. Memasang lampu sorot 500W untuk menyorot big banner Baby Zone agar terang di waktu malam.
3. Memasang 4 lampu TL @30W di dalam toko agar Baby Zone terlihat terang
Apa yang dilakukan adalah fokus pada upaya untuk membuat program/kegiatan yang meningkatkan dan mengembangkan omset toko, jangan pada pencapaian terhadap target yang diset, sehingga tidak streess (action coach dari pass fm)
Tantangan bagi saya adalah "bagaimana meningkatkan omset agar tercapai omset sesuai dengan target tsb diatas?"
Fokus pada action/usaha kita untuk meningkatkan prospek ke BZ. Jangan fokus pada pencapaian penjualan atas target. karena nanti akan stress apabila omset hari itu tidak sesuai dengan target. jika fokus pada action, action apa saja dan apalagi yang sudah dan akan kita lakukan untuk meningkatkan omset, peningkatan omset merupakan hasil atas usaha itu
Untuk meningkatkan omset dan profit perlu mengimplementasi teori Action coach sebagai berikut
yang sudah dilakukan
yang belum dilakukan (evaluasi)
yang akan dilakukan
saya perlu benahi dengan menyusun ulang strategy bagaimana meningkatakan omset dan profit margin dengan meningkatkan prospek,
1. tampilan interior toko yang menarik, menyusun ulang, melengkapi kolesi barang, memberi asesories berkaitan dengan tips bayi
2. penerangan yang baik, dengan menambah jumlah lampu
3. info yang jelas, dengan membuat bill board
4. Hadiah langsung bagi pembelian dengan jumlah 50ribu dengan budget 5% dari nilai pembelian (Rp.2500)untuk meningkatkan frekuensi pembelian harian dan gift langsung berupa pembatas buku dengan tips-tips mengenai bayi dan anak, bagi setiap pembeli
setelah itu
training ulang karyawan atas service, knowledge dan selling skill
Input dan oportunity terhadap toko Babyzone
1. Penerangan luar kurang, kalau malam banner toko tidak terlihat
2. Penerangan toko kurang, sehingga dari luar terlihat kalah terang sama toko sebelah
3. Ada Alfamart dan Indomaret yang bling, sebagai oportunity untuk menarik pengunjungnya untuk juga mampir di Babyzone. Jika toko terlihat terang maka orang akan senang untuk mampir.
4. Barang yang dijual apabila ada yang sama tidak boleh lebih mahal dari pada Alfamaret & Indomaret
Untuk mengantisipasi hal itu maka minggu kemarin saya lakukan
1. Menyebar brosure (sekitar 800 lbr) ke cluster-cluster dilingkungan sekitar BABY ZONE
2. Memasang lampu sorot 500W untuk menyorot big banner Baby Zone agar terang di waktu malam.
3. Memasang 4 lampu TL @30W di dalam toko agar Baby Zone terlihat terang
Apa yang dilakukan adalah fokus pada upaya untuk membuat program/kegiatan yang meningkatkan dan mengembangkan omset toko, jangan pada pencapaian terhadap target yang diset, sehingga tidak streess (action coach dari pass fm)
5 CARA MENINGKATKAN PROFIT (draft)
Seminar 5 cara meningkatkan profit by Action Coach, yang sebelumnya juga pernah saya baca di blog seorang entrepreneur pemula, dan dengar di radio smart fm dan pass fm cukup menarik dan menantang untuk diimplementasikan di Baby Zone (BZ).
Salah satu dari 5 cara untuk meningkatkan profit yang Action Coach ajarkan adalah
"Meningkatkan jumlah prospek, memperluas teritory, mendatangkan calon pembeli"
Disanalah peran promo dan marketing dibutuhkan. cara yang sudah saya lakukan adalah
1. Ikut pameran,seperti pameran dilingkungan toko dan rumah bintaro, pameran di perkantoran (sudirman, gatot subroto), dan lingkungan kantor saya sambil menyebar kartu nama dan flyer.
2. Membuat toko aye catching, dengan memasang big banner yang bertuliskan semua jenis barang dan service yang Babyzone sediakan, agar para pengendara yang lewat dapat dengan mudah mengetahui barang dan service yang kami sediakan tanpa harus turun.dan memajang sebagaian fashion di kaca jendela.
3. Membuat sales agent independent, yaitu akan mendapat komisi atau income atas dasar penjualan yang dilakukan. Kebetulan beberapa family saya bersedia untuk menjadi sales agent independent, konsekuensinya adalah margin profit saya lebih kecil karena harus dishare. dan sales independent boleh menaikkan harga diatas harga toko yang saya jual, selisih keuntungannya merupakan hak mereka. barang juga boleh saya pinjamkan untuk mereka melakukan pameran.
Untuk meningkatkan konversi rate prospek menjadi pembeli
hadiah langsung
menyediakan barang-barang yang berkualitas dengan harga terjangkau
melengkapi jenis barang kebutuhan anak dan bayi di segala aspek
menyediakan barang support yang menarik dengan harga yang murah, misalnya jepit rambut mulai dari 1000 - 780ribu ada
staff merayu agar membeli
Untuk meningkatkan frekuensi transaksi
saya pasang alat pembayaran dengan kartu kredit (menjadi merchant bank BNI)
Pada pameran memberikan bonus apabila penjualan perharinya mencapai 1 jt.
staff Meminta untuk kembali lagi
Untuk meningkatkan jumlah minimum transaksi
bonus voucher 10ribu setiap belanja 200 ribu, dan bonus 15 ribu untuk setiap belanja 250 ribu.
bonus 10ribu kepada staff apabila berhasil melakukan penjualan barang yang harga jualnya diatas 150ribu
staff menawarkan barang lainnya
untuk meningkatkan margin profit
Memtraining agar staf menawarkan barang dengan margin profit yang tinggi
Input dan oportunity terhadap toko Babyzone
1. Penerangan luar kurang, kalau malam banner toko tidak terlihat
2. Penerangan toko kurang, sehingga dari luar terlihat kalah terang sama toko sebelah
3. Ada Alfamart dan Indomaret yang bling, sebagai oportunity untuk menarik pengunjungnya untuk juga mampir di Babyzone. Jika toko terlihat terang maka orang akan senang untuk mampir.
4. Barang yang dijual apabila ada yang sama tidak boleh lebih mahal dari pada Alfamaret & Indomaret
Untuk mengantisipasi hal itu maka minggu kemarin saya lakukan
1. Menyebar brosure (sekitar 800 lbr) ke cluster-cluster dilingkungan sekitar BABY ZONE
2. Memasang lampu sorot 500W untuk menyorot big banner Baby Zone agar terang di waktu malam.
3. Memasang 4 lampu TL @30W di dalam toko agar Baby Zone terlihat terang
Apa yang dilakukan adalah fokus pada upaya untuk membuat program/kegiatan yang meningkatkan dan mengembangkan omset toko, jangan pada pencapaian terhadap target yang diset, sehingga tidak streess (action coach dari pass fm)
Salah satu dari 5 cara untuk meningkatkan profit yang Action Coach ajarkan adalah
"Meningkatkan jumlah prospek, memperluas teritory, mendatangkan calon pembeli"
Disanalah peran promo dan marketing dibutuhkan. cara yang sudah saya lakukan adalah
1. Ikut pameran,seperti pameran dilingkungan toko dan rumah bintaro, pameran di perkantoran (sudirman, gatot subroto), dan lingkungan kantor saya sambil menyebar kartu nama dan flyer.
2. Membuat toko aye catching, dengan memasang big banner yang bertuliskan semua jenis barang dan service yang Babyzone sediakan, agar para pengendara yang lewat dapat dengan mudah mengetahui barang dan service yang kami sediakan tanpa harus turun.dan memajang sebagaian fashion di kaca jendela.
3. Membuat sales agent independent, yaitu akan mendapat komisi atau income atas dasar penjualan yang dilakukan. Kebetulan beberapa family saya bersedia untuk menjadi sales agent independent, konsekuensinya adalah margin profit saya lebih kecil karena harus dishare. dan sales independent boleh menaikkan harga diatas harga toko yang saya jual, selisih keuntungannya merupakan hak mereka. barang juga boleh saya pinjamkan untuk mereka melakukan pameran.
Untuk meningkatkan konversi rate prospek menjadi pembeli
hadiah langsung
menyediakan barang-barang yang berkualitas dengan harga terjangkau
melengkapi jenis barang kebutuhan anak dan bayi di segala aspek
menyediakan barang support yang menarik dengan harga yang murah, misalnya jepit rambut mulai dari 1000 - 780ribu ada
staff merayu agar membeli
Untuk meningkatkan frekuensi transaksi
saya pasang alat pembayaran dengan kartu kredit (menjadi merchant bank BNI)
Pada pameran memberikan bonus apabila penjualan perharinya mencapai 1 jt.
staff Meminta untuk kembali lagi
Untuk meningkatkan jumlah minimum transaksi
bonus voucher 10ribu setiap belanja 200 ribu, dan bonus 15 ribu untuk setiap belanja 250 ribu.
bonus 10ribu kepada staff apabila berhasil melakukan penjualan barang yang harga jualnya diatas 150ribu
staff menawarkan barang lainnya
untuk meningkatkan margin profit
Memtraining agar staf menawarkan barang dengan margin profit yang tinggi
Input dan oportunity terhadap toko Babyzone
1. Penerangan luar kurang, kalau malam banner toko tidak terlihat
2. Penerangan toko kurang, sehingga dari luar terlihat kalah terang sama toko sebelah
3. Ada Alfamart dan Indomaret yang bling, sebagai oportunity untuk menarik pengunjungnya untuk juga mampir di Babyzone. Jika toko terlihat terang maka orang akan senang untuk mampir.
4. Barang yang dijual apabila ada yang sama tidak boleh lebih mahal dari pada Alfamaret & Indomaret
Untuk mengantisipasi hal itu maka minggu kemarin saya lakukan
1. Menyebar brosure (sekitar 800 lbr) ke cluster-cluster dilingkungan sekitar BABY ZONE
2. Memasang lampu sorot 500W untuk menyorot big banner Baby Zone agar terang di waktu malam.
3. Memasang 4 lampu TL @30W di dalam toko agar Baby Zone terlihat terang
Apa yang dilakukan adalah fokus pada upaya untuk membuat program/kegiatan yang meningkatkan dan mengembangkan omset toko, jangan pada pencapaian terhadap target yang diset, sehingga tidak streess (action coach dari pass fm)
Rabu, 10 September 2008
BISNIS OPORTUNITY
Saya bermimpi untuk membuka toko 1 lagi diakhir tahun 2008 ini, berdasarkan pengalaman toko BABY ZONE yang sudah berjalan. namun karena keterbatasan dana, sepertinya membutuhkan partner untuk menjadikan mimpi itu kenyataan.
Secara hitungan bisnis BABY ZONE cukup baik omset yang diperoleh perbulannya memang belum sesuai target namun sudah menunjukan pertumbuhan, dan margin profit rata-rata sekitar 30% dari omset.
Jika ada investor yang berminat, saya akan coba tawarkan dengan system bagi hasil atas net profitnya.
Modal yang dibutuhkan diperkirakan 150jt. Target omset toko adalah 60jt/bulan sehingga margin profitnya adalah Rp. 18jt/bulan, setelah dikurangi dengan biaya operasional sekitar 30% = Rp. 5.400.000,- , net margin profitnya yang 70% = 12.600.000,- akan dibagi antara pengelola/management 40% = Rp. 5.040.000,- dan investor 60% = 7.560.000.-
Jika dibandingkan dengan bunga bank yang 12%/tahun atau 1% per bulan, maka investasi ini menghasilkan 7.560.000,-/150.000.000,- = 5%/bulan sehingga BEP dalam 19 bulan.
Investor dapat berupa investor tunggal maupun gabungan, pembagian keuntungan berdasarkan komposisi dari modal yang disediakan.
siapa yang berminat ?
bersambung
Secara hitungan bisnis BABY ZONE cukup baik omset yang diperoleh perbulannya memang belum sesuai target namun sudah menunjukan pertumbuhan, dan margin profit rata-rata sekitar 30% dari omset.
Jika ada investor yang berminat, saya akan coba tawarkan dengan system bagi hasil atas net profitnya.
Modal yang dibutuhkan diperkirakan 150jt. Target omset toko adalah 60jt/bulan sehingga margin profitnya adalah Rp. 18jt/bulan, setelah dikurangi dengan biaya operasional sekitar 30% = Rp. 5.400.000,- , net margin profitnya yang 70% = 12.600.000,- akan dibagi antara pengelola/management 40% = Rp. 5.040.000,- dan investor 60% = 7.560.000.-
Jika dibandingkan dengan bunga bank yang 12%/tahun atau 1% per bulan, maka investasi ini menghasilkan 7.560.000,-/150.000.000,- = 5%/bulan sehingga BEP dalam 19 bulan.
Investor dapat berupa investor tunggal maupun gabungan, pembagian keuntungan berdasarkan komposisi dari modal yang disediakan.
siapa yang berminat ?
bersambung
KELAS ATAS VS MENENGAH BAWAH
Saat ini mataku sudah terlatih untuk jelalatan melihat dan mengamati kios/toko disepanjang perjalanan, mana kira-kira ruko yang ramai dan yang sepi dan apa penyebabnya, mana ruko yang disewakan dan apakah ruko itu cocok untuk usahaku, apakah ruko itu stategis dan bakal ramai.
Memang diakui ataupun tidak, kadang-kadang kita salah memberikan prediksi. pernah saya ikut di 2 pameran dalam rangka 17an yaitu di Senayan bintaro dan di Graha Bintaro, awalnya kita fokus hanya pameran di senayan bintaro saja, mengingat cluster pemukiman itu ditinggali oleh orang-orang yang menengah atas, sehingga kemungkinan beli produk baby zone yang nota bene merupakan konsumsi kelas yang sama sangat besar. Pameran di graha yang menurut kami adalah kelas menengah bawah, kami ikuti juga karena tanpa sengaja, sewaktu ingin pergi ke rumah kakak istri saya. Begitupun pada saat loading barang, saya masih percaya kalau senayan bintaro akan menghasilkan penjualan yang lebih baik dibanding dengan graha, melihat representative tempat pameran. kenyataannya bertolak belakang, penjualan di senayan bintaro yang diprediksi 800ribuan/ hari hanya menghasilkan 500 ribu selama 2 hari, sedangkan graha bintaro yang awalnya saya anggap hanya untuk ramai-ramai menghasilkan 3,2jt dalam 2 hari. Ternyata kesalahan prediksi itu akibat tidak adanya prediksi atas tingkah laku penghuninya dari masing-masing kelas. pada saat itulah saya baru tahu kenapa kedua pameran itu memberikan hasil yang berbeda
Pameran Senayan Bintaro yang kelas menengah atas pada saat event sangat sepi meskipun ada acara yang cukup bagus, musik, band, lomba gambar anak, karena
1. event diadakan pada long weekend yaitu sabtu, 16 dan minggu, 17, dan minggu ternyata tanggalan merah, sehingga banyak penghuni yang pergi keluar kota bersama keluarganya tanpa menghiraukan adanya event di pemukimannya, maklum mereka cukup uang dan punya budget rekreasi keluarga dengan liburan.sedangkan digraha yang sebagian besar adalah kelas menengah bawah, karena setiap sore jalanan penuh oleh motor-motor oleh penduduk yang sekedar jjs, pameran itu merupakan alat rekreasi dari keluarga, mereka mengajak anak, istri untuk sekedar melihat event yang acaranya ada musik, lomba karaoke, dll.
2. lokasi event yang dikelilingi oleh pagar tinggi berkesan eksklusive, sehingga meskipun sudah dipasang umbul-umbul dan tampak keramaian, orang dari lingkungan sekitar agak sungkan masuk ke lingkungan yang tampak ekslusive itu. sedangkan lokasi pameran graha yang berada diparkiran komplek ruko berada dipinggir jalan besar sehingga mudah untuk didatangi oleh pengunjung dan lingkungan itu sangat terbuka.
3. Pembeli di Senayan memang membeli barang dengan kisaran harga 50 ribu s/d 200 ribu namu karena jumlah pengunjung yang sedikit maka omset yang dihasilkan juga sedikit. Pembeli di graha sebagian besar hanya membeli barang dengan kisaran harga s/d 50 ribu, barang yang paling banyak laku adalah yang harganya sekitar 25 s/d 50 ribu, mungkin sistem budget yang diterapkan oleh pembeli kelas menengah bawah. tapi karena jumlah yang beli banyak maka omset yang dihasilkan juga cukup banyak
untuk mengantisipasi hal tersebut diatas maka, saya akan melihat dikelas manakah saya akan jualan
Kelas menengah bawah
1. karena sistem budget belanja, barang yang dijual sebaiknya minimum 20 ribu maksimum 50 ribu
2. perbanyak barang dengan harga tersebut, barang yang ada diatas harga tersebut hanya utnuk terlihat ramai saja
3. senang untuk menawar, berikan diskon meskipun hanya sediki, sehingga sebaiknya harga jual dinaikan sedikit untuk memberikan ruang diskon atau menawar bagi pembelinya
4. kualitas barang harus tetap dijaga bagus
5. bandingkan dengan stand sejenis dilokasi, apakah harga kita masih bisa berkompetisi, apabila tidak, tambah uniq selling kita melalui service, ramah, hadiah tambahan, dll
6. penjualan secara proaktiv, ajak untuk mampir dan minta untuk belanja kembali
Kelas atas
1. kualitas barang harus bagus, harga tidak menjadi soal
2. harga yang murah malah dianggap barang tidak berkualitas
3. sediakan barang yang branded
4. tambahkan uniq selling pada produk kita seperti paket, hadiah langsung, ramah, servide
5. barang bukan barang pasaran, jarang ada.
6. ajak berdialog, gali kebutuhannya dan dengarkan
bersambung
Memang diakui ataupun tidak, kadang-kadang kita salah memberikan prediksi. pernah saya ikut di 2 pameran dalam rangka 17an yaitu di Senayan bintaro dan di Graha Bintaro, awalnya kita fokus hanya pameran di senayan bintaro saja, mengingat cluster pemukiman itu ditinggali oleh orang-orang yang menengah atas, sehingga kemungkinan beli produk baby zone yang nota bene merupakan konsumsi kelas yang sama sangat besar. Pameran di graha yang menurut kami adalah kelas menengah bawah, kami ikuti juga karena tanpa sengaja, sewaktu ingin pergi ke rumah kakak istri saya. Begitupun pada saat loading barang, saya masih percaya kalau senayan bintaro akan menghasilkan penjualan yang lebih baik dibanding dengan graha, melihat representative tempat pameran. kenyataannya bertolak belakang, penjualan di senayan bintaro yang diprediksi 800ribuan/ hari hanya menghasilkan 500 ribu selama 2 hari, sedangkan graha bintaro yang awalnya saya anggap hanya untuk ramai-ramai menghasilkan 3,2jt dalam 2 hari. Ternyata kesalahan prediksi itu akibat tidak adanya prediksi atas tingkah laku penghuninya dari masing-masing kelas. pada saat itulah saya baru tahu kenapa kedua pameran itu memberikan hasil yang berbeda
Pameran Senayan Bintaro yang kelas menengah atas pada saat event sangat sepi meskipun ada acara yang cukup bagus, musik, band, lomba gambar anak, karena
1. event diadakan pada long weekend yaitu sabtu, 16 dan minggu, 17, dan minggu ternyata tanggalan merah, sehingga banyak penghuni yang pergi keluar kota bersama keluarganya tanpa menghiraukan adanya event di pemukimannya, maklum mereka cukup uang dan punya budget rekreasi keluarga dengan liburan.sedangkan digraha yang sebagian besar adalah kelas menengah bawah, karena setiap sore jalanan penuh oleh motor-motor oleh penduduk yang sekedar jjs, pameran itu merupakan alat rekreasi dari keluarga, mereka mengajak anak, istri untuk sekedar melihat event yang acaranya ada musik, lomba karaoke, dll.
2. lokasi event yang dikelilingi oleh pagar tinggi berkesan eksklusive, sehingga meskipun sudah dipasang umbul-umbul dan tampak keramaian, orang dari lingkungan sekitar agak sungkan masuk ke lingkungan yang tampak ekslusive itu. sedangkan lokasi pameran graha yang berada diparkiran komplek ruko berada dipinggir jalan besar sehingga mudah untuk didatangi oleh pengunjung dan lingkungan itu sangat terbuka.
3. Pembeli di Senayan memang membeli barang dengan kisaran harga 50 ribu s/d 200 ribu namu karena jumlah pengunjung yang sedikit maka omset yang dihasilkan juga sedikit. Pembeli di graha sebagian besar hanya membeli barang dengan kisaran harga s/d 50 ribu, barang yang paling banyak laku adalah yang harganya sekitar 25 s/d 50 ribu, mungkin sistem budget yang diterapkan oleh pembeli kelas menengah bawah. tapi karena jumlah yang beli banyak maka omset yang dihasilkan juga cukup banyak
untuk mengantisipasi hal tersebut diatas maka, saya akan melihat dikelas manakah saya akan jualan
Kelas menengah bawah
1. karena sistem budget belanja, barang yang dijual sebaiknya minimum 20 ribu maksimum 50 ribu
2. perbanyak barang dengan harga tersebut, barang yang ada diatas harga tersebut hanya utnuk terlihat ramai saja
3. senang untuk menawar, berikan diskon meskipun hanya sediki, sehingga sebaiknya harga jual dinaikan sedikit untuk memberikan ruang diskon atau menawar bagi pembelinya
4. kualitas barang harus tetap dijaga bagus
5. bandingkan dengan stand sejenis dilokasi, apakah harga kita masih bisa berkompetisi, apabila tidak, tambah uniq selling kita melalui service, ramah, hadiah tambahan, dll
6. penjualan secara proaktiv, ajak untuk mampir dan minta untuk belanja kembali
Kelas atas
1. kualitas barang harus bagus, harga tidak menjadi soal
2. harga yang murah malah dianggap barang tidak berkualitas
3. sediakan barang yang branded
4. tambahkan uniq selling pada produk kita seperti paket, hadiah langsung, ramah, servide
5. barang bukan barang pasaran, jarang ada.
6. ajak berdialog, gali kebutuhannya dan dengarkan
bersambung
Langganan:
Postingan (Atom)